
Semakin berkembangnya zaman akan semakin berkembang pula media. Pemisahan antara kata "lama" dan "baru" pada media tersebut merupakan bentuk perubahan media.
Semenjak kemunculan Citizen Journalism, tidak adanya batasan yang jelas antara audience dan user (pengguna). Adanya pergeseran antara audience dengan user, dimana audience menjadi user dan konsumer menjadi produsen. Perubahan juga terjadi dalam bidang produksi, konsumsi, dan distribusi yang membuat perubahan-perubahan lain menjadi lebih kompleks.
-New textual experiences : jenis baru dalam media, kesenangan dan pola konsumsi media (permainan pada komputer, dan efek khusus pada film)
-New ways of representing the world : media menawarkan kemungkinan baru yang representasional dan pengalaman dengan lingkungan virtual yang immersive berbasis layar interaktif
-New relationship between subjects (users and consumers) and media technologies : perubahan penggunaan dan penerimaan gambar serta media yang digunakan sehari-hari
-New experiences of the relationship between embodiment, identity and community : pergeseran dalam pengalaman pribadi, pengalaman sosial setiap waktu dan tempat dalam skala lokal maupun global
-New conceptions of the biological body's relationship to technological media: tantangan dalam menerima manusia, alam, teknologi, dan media sebagai penunjang yang nyata dan virtual
-New patterns of organization and production : penyusunan kembali dan integrasi dalam budaya media, industri, ekonomi, akses, kepemilikan, dan kontrol serta regulsi.
Teknolgi telah mengubah banyak kehidupan manusia sejak pertengahan tahun 1980, terdapat sejumlah konsep yang menawarkan mengenai definisi karakteristik dari media baru secara keseluruhan. Istilah mengenai media baru dibagi menjadi beberapa hal yaitu digital, interactive, hypertextual, virtual, networked, dan simulated.
1.Digital
Digital dapat mengubah semua input data ke dalam bentuk angka-angka. Dalam ranah komunikasi, media representasional berbasis data ini memiliki bentuk kualitas cahaya atau suara yang memiliki kode dan dijadikan sebagai bentuk budaya seperti teks, grafik dan diagram, foto, gambar bergerak, dan lain sebagainya. Keseluruhan proses digital ini sangatlah berbeda dengan analog. Analog mengacu pada proses dimana satu set sifat fisik dapat disimpan ke bentuk sifat analog lainnya. Dalam istilah Yunani analog yang menggambarkan persamaan rasio atau proporsi dalam matematik.
2.Interactivity
Pada awal 1990, istilah interactivity banyak diperdebatkan dan melewati banyak redefinisi. Istilah interactive dalam konteks media mengarah kepada users yang dapat ikut campur secara langsung serta dapat mengubah gambar dan teks yang mereka akses. Dalam new media, audiens menjadi seorang user (pengguna) dibandingkan viewer (penonton) ataupun menjadi pembaca. Permasalahan yang ada dalam interactivity aalah seringkali pembaca meninterpretasikan teks berbeda dengan makna yang dimaksud. Hal ini terjadi karena pemaknaan sebuah teks bergantung kepada pengalaman audiens serta keadaan panca indera mereka sebagai penerima.
3.Hypertextual
Berasal dari bahasa Yunani, Hyper berarti di atas, di balik, dan di luar. Oleh sebab itu, hypertext dideskripsikan sebagai teks yang menyediakan jaringan dari link-link teks lain yang berada di atas, di luar, dan di balik teks itu sendiri. Selain itu, hypertext dapat didefinisikan sebagai sebuah karya yang dibuat dari ciri-ciri khusus unit-unit material dimana masing-masing membawa sebuah angka dari jalan yang menuju unit lainnya. Vannevar Bush berhasil menciptakan teknologi yang dapat diterapkan untuk pengetahuan mengenai beberapa cara yang mirip dengan metode produksi novel yaitu dari tempat penyimpananya dan cara mendapatkannya kemabli. Hal ini disebut dengan nama memex. Dimana data akan disimpan dan diambil oleh asosiasi daripada oleh sistem indeks abjad dan numerik dari indeks perpusatakaan.
4.Virtual
Virtual merupakan sebuah istilah yang susah dan kompleks. Lingkungan yang dibangun dengan grafis komputer dan video digital dimana pengguna saling berinteraksi atau memiliki interaksi biasanya disebut dengan realitas virtual. Namun di era digital, makna virtual telah memiliki arti sinonim dengan simulated. Gilles Deleuze berpendapat bahwa virtual bukanlah kebalikan dari kenyataan, namun virtual merupakan kenyataan dan dengan baik melawan apa yang sebenarnya.
5.Networked
Pada akhir 1970 hinga tahun 1980, terjadi krisis yang disebabkan sistem produksi yang tersentral dialami oleh kaum kapitalis. Adanya new media menyebabkan terjadinya desentralisasi produksi, perbedaan produk dan segmentasi konsumen. hal ini memiliki peran penting dalam membentuk jaringan. Jaringan ini dapat digunakan untuk menghubungkan kepada jaringan yang luas dan global sehingga dapat dikatakan bahwa new media dapat diakses di mana pun dan kapan pun.
6.Simulated
Simulasi dianggap sebagai Salinan dari sesutau yang asli. Simulasi bukanlah mengenai perbedaan antara simulasi atau konten nyata, namun lebih kepada material dan keberadaan yang nyata dari simulasi. Simulasi sangat penting karena berada pada jantungnya realitas virtual.